HRMlblCMFqqInfU78c3NMJxDetM02ycHTU9BqBl9

Sinta vs Scopus: Apa Perbedaannya dan Mana yang Harus Dipilih?

Jurnalpedia - Bagi mahasiswa tingkat akhir, dosen pemula, atau peneliti, mendengar kata "publikasi" sering kali bikin jantung berdebar. Apalagi kalau sudah berurusan dengan syarat kelulusan atau mengejar luaran wajib untuk laporan hibah penelitian seperti PDP (Penelitian Dosen Pemula). Di momen-momen inilah, dua nama sakti pasti selalu muncul: Sinta dan Scopus.

Sering kali kita kebingungan, "Riset saya ini mending di-submit ke Sinta 2, atau langsung hajar ke Scopus Q3 ya?" Nah, supaya strategi publikasi naskahmu (paper) lebih terarah dan tidak buang-buang waktu, mari kita bedah perbedaan mendasar antara Sinta dan Scopus, serta bagaimana cara memilih yang paling pas untuk risetmu.

Apa Itu Sinta? (Jagoan Lokal yang Kredibel)

Sinta (Science and Technology Index) adalah portal database jurnal ilmiah kebanggaan Indonesia yang dikelola langsung oleh Kemdikbudristek. Ibaratnya, Sinta ini adalah rapor atau klasemen liga lokal untuk jurnal-jurnal yang diterbitkan oleh universitas, lembaga riset, atau asosiasi profesi di dalam negeri.

Sinta memiliki sistem pemeringkatan dari Sinta 1 (S1) hingga Sinta 6 (S6).

  • Sinta 1 dan 2: Ini adalah kasta tertinggi. Jurnal di level ini sangat ketat proses review-nya dan kualitasnya sudah diakui secara nasional, bahkan banyak yang sudah berskala internasional.
  • Sinta 3 hingga 6: Level menengah hingga dasar. Sangat cocok untuk mahasiswa sarjana yang baru pertama kali belajar menulis artikel ilmiah atau peneliti pemula yang baru akan menuliskan artikel ilmiah.

Apa Itu Scopus? (Standar Emas Internasional)

Jika Sinta adalah liga lokal, maka Scopus adalah Liga Champions-nya dunia akademik. Scopus adalah pangkalan data (database) literatur dan jurnal ilmiah terbesar di dunia yang dikelola oleh perusahaan raksasa asal Belanda, Elsevier.

Masuk ke Scopus berarti artikel ilmiahmu diakui oleh komunitas peneliti global. Penilaian di Scopus menggunakan sistem Kuartil (Quartile), yaitu:

  • Q1 (Kuartil 1): Top 25% jurnal terbaik di bidangnya. Masuk ke sini butuh riset yang benar-benar novelty (kebaruan)-nya tinggi dan metodologi yang super kuat.
  • Q2, Q3, dan Q4: Tingkatan di bawahnya. Untuk dosen yang sedang membangun rekam jejak internasional atau mengejar kenaikan jabatan fungsional (Jafung), tembus di Q3 atau Q4 saja sudah menjadi pencapaian yang luar biasa.

Tabel Perbedaan Sinta dan Scopus

Biar lebih gampang diingat, cek perbandingan utamanya di tabel berikut:

Aspek Jurnal Sinta Jurnal Scopus
Cakupan Nasional (Indonesia) Internasional (Global)
Pengelola Kemdikbudristek RI Elsevier
Bahasa Artikel Umumnya Bahasa Indonesia (S1/S2 sering meminta Bahasa Inggris) Wajib Bahasa Inggris
Sistem Peringkat Sinta 1 (Tertinggi) sampai Sinta 6 (Terendah) Q1 (Tertinggi) sampai Q4 (Terendah)
Target Utama Syarat lulus mahasiswa, luaran hibah nasional, Jafung level menengah. Jafung Guru Besar, hibah internasional, reputasi global.

Pilih Mana untuk Risetmu?

Jawabannya: Tergantung bobot riset dan tujuanmu.

Misalnya, kamu sedang mengerjakan riset menggunakan model machine learning untuk memprediksi cuaca atau sedang membangun sistem analisis sentimen dari data yang di-scrape dari media sosial X.

  • Jika datanya masih lingkup lokal (misal: analisis cuaca di satu kabupaten tertentu) dan model algoritmanya menggunakan pendekatan yang sudah cukup standar, mengejar Sinta 2 atau Sinta 3 adalah pilihan yang sangat realistis dan cerdas untuk mengamankan luaran hibah atau syarat lulus.
  • Namun, jika kamu berhasil memodifikasi algoritma tersebut (misal: menggabungkan BiLSTM dengan metode baru sehingga akurasinya memecahkan rekor sebelumnya), maka artikelmu sangat layak diterjemahkan ke bahasa Inggris dan dikirim ke Scopus Q3 atau Q4.

Kesimpulan

Sinta dan Scopus bukanlah musuh yang harus dipertandingkan, melainkan anak tangga karir akademismu. Mulailah dari Sinta untuk membangun fondasi menulis yang baik, lalu secara bertahap naiklah ke panggung Scopus.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu pusing mencari-cari daftar jurnal tersebut secara manual. Gunakan fitur pencarian di Jurnalpedia untuk menemukan jurnal Sinta maupun internasional yang paling relevan dengan bidang keilmuanmu. Tinggal ketik keyword, pilih jurnalnya, dan persiapkan naskah terbaikmu!

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Fandi Presly Simamora
Dreaming. Thinking. Doing. I'm an educator, a blogger, and a lifelong learner who believes that every great journey begins with a vision, shaped by reflection, realized through action, and turned into impact. I'm passionate about transforming ideas into reality whether through teaching, writing, or collaboration. Always exploring, always evolving, all the -ing things.

Postingan Terkait

Posting Komentar